Kisah Nabi Isa Diutuskan Allah SWT

Kisah Nabi Isa Diutuskan Allah SWT Untuk Membunuh Dajjal | DIUTUS NABI ISA

Pada ketika itu umat Islam sangatlah sedikit dan mereka berada di Baitul Maqdis sedangkan imam mereka adalah seorang laki-laki yang soleh (Al-Mahdi).

Ketika pemimpin mereka hendak ke hadapan untuk mengimamkan dalam solat subuh,

Tiba-tiba turunlah Nabi Isa bin Maryam di sebelah timur Damaskus di menara putih dengan mengenakan dua baju berwarna za’faran seraya meletakkan kedua tangannya di atas sayap dua malaikat,

Jika kalian melihatnya, kenalilah bahawa dia adalah seorang lelaki yang berwatakan sedang, tidak tinggi dan tidak pendek, kulitnya merah keputih-putihan,

Bila dia menundukkan kepala, air menitis dan bila dia mengangkat kepala peluhnya bercucuran seperti mutiara.

Maka mundurlah imam mereka ke belakang supaya Nabi Isa maju untuk mengimami solat.

Nabi Isa lalu meletakkan tangannya di antara dua bahunya (Al-Mahdi) sambil berkata: ‘Tidak, sesungguhnya sebahagian kalian adalah pemimpin atas sebahagian yang lain,

Sebagai bentuk kemuliaan Allah terhadap umat ini (umat Muhammad).’ Akhirnya pemimpin mereka pun mengimamkan mereka solat, dan ketika solat telah usai, Nabi Isa berkata: ‘Bukalah pintu.’

Mereka pun membukakan pintu, ternyata di belakangnya Dajjal telah menunggu bersama dengan tujuh puluh ribu orang Yahudi, masing-masing dari mereka memiliki pedang terhunus yang terbuat dari emas dan berjubah besar berwarna hijau.

KEMATIAN DAJJAL
Ketika Nabi Isa memandang Dajjal, Dajjal pun meleleh (hancur) sebagaimana garam yang meleleh di dalam air.

Dan tidaklah orang kafir mencium bau dirinya (Nabi Isa) kecuali mati dan bau nafasnya sejauh matanya memandang.

Kemudian Dajjal lari dan dihadang oleh Nabi Isa di pintu timur kota Ludd dan Nabi Isa membunuhnya.

Maka Allah menjadikan kekalahan terhadap orang-orang Yahudi, di mana tidak ada satu makhluk pun yang diciptakan Allah yang dijadikan perlindungan oleh mereka melainkan Allah akan menjadikannya berbicara,

Mulai dari batu, pohon, dinding dan binatang ternak kecuali pohon Gharqad, sebab ia termasuk dari pohonnya mereka yang tidak mahu bicara (pohon Yahudi).

Lalu makhluk Allah yang lain berkata: ‘Wahai hamba Allah yang Muslim, di sini ada orang Yahudi, kemarilah dan bunuhlah dia.’

Setelah itu Nabi Isa putera Maryam mendatangi suatu kaum yang dijaga oleh Allah dari Dajjal. Dia mengusap wajah-wajah mereka dan menceritakan tingkatan-tingkatan mereka di syurga.

NABI ISA MENJADI PEMIMPIN
Kelak Isa bin Maryam akan menjadi seorang hakim yang adil dan seorang pemimpin yang bijaksana, dia akan menghancurkan salib, membunuh babi,

Menghapus jizyah (dari orang kafir) dan membiarkan sedekah, maka dia tidak akan mencari seekor kambing atau seekor unta zakat pun. Nabi Isa mengajak manusia kepada Islam, maka pada masanya Allah menghancurkan seluruh agama kecuali Islam.

Permusuhan, kebencian dan saling dengki akan hilang, dan sungguh mereka akan diseru untuk menerima harta (sedekah) namun tidak ada seorang pun yang menerimanya.

Bumi seakan-akan seperti bintang perak, dan tumbuh-tumbuhannya akan tumbuh seperti zamannya Nabi Adam, sehingga apabila ada sekelompok orang berkumpul untuk makan setangkai anggur,

Maka hal itu akan membuatnya senang, dan apabila sekelompok orang tersebut berkumpul untuk memakan sebuah delima, maka hal itu juga akan membuat mereka senang.

Seekor lembu pada saat itu harganya sangatlah murah kerana ia digunakan untuk membajak bumi semuanya dan seekor kuda hanya seharga beberapa dirham kerana tidak digunakan untuk berperang selamanya.

Dunia akan dipenuhi oleh kedamaian sehingga singa tinggal bersama dengan unta, harimau dengan lembu, serigala akan berada di tengah gerombolan kambing seakan-akan ia adalah anjingnya.

Bisa (racun) dari setiap makhluk yang berbisa diangkat sehingga apabila ada seorang bayi perempuan memasukkan tangannya ke dalam mulut ular,

Maka ular tersebut tidak akan membahayakannya, dan bayi perempuan itu juga dapat menyakiti seekor singa, sedangkan singa tersebut tidak akan membahayakan bayi itu.

Nabi Isa akan tinggal selama empat puluh tahun kemudian dia diwafatkan dan kaum muslimin mensolatkannya.

RUJUKAN:

Sahih Bukhari, no. 1749, no. 6599

Sahih Muslim, no. 221, no. 225, no. 5228, no. 5229

Sunan Abu Daud, no. 3766

Sunan Ibnu Majah, no. 4065, no. 4067

Musnad Ahmad, no. 5099, no. 8902, no. 9259, no. 10001, no. 10891, no. 18207

Hadith al-Fitan, Jilid: 1991, m/s 496

Mohon Subscribe Channel Nasihat Ustaz, Semoga Ada Amalan Kita Untuk Hari Ini, Jom Buat Saham Untuk Akhirat